image 12 mitsuyokitamura.com

Brasil, negara federasi dengan 26 negara bagian dan satu Distrik Federal, menggelar putaran kedua pemilihan presiden pada Minggu, 25 Oktober 2026. Presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva (PT) berhadapan dengan Senator Flávio Bolsonaro (PL), putra mantan presiden Jair Bolsonaro. Keduanya lolos karena tak ada kandidat yang meraih lebih dari 50 persen suara sah pada 4 Oktober.

Ringkasan: Flávio Bolsonaro unggul tipis di putaran pertama, 47,03 persen berbanding 45,16 persen untuk Lula. Selisihnya 2.224.965 suara, atau 1,87 poin persentase. Sisa suara sah sekitar 7,8 persen tersebar di sepuluh kandidat lain. Di artikel ini, hitungan selisih dan peta dukungan disusun redaksi dari data yang tercatat di Wikipedia, dan sebaiknya dicek ulang ke angka resmi TSE.

Siapa yang bertarung di putaran kedua Brasil 25 Oktober?

Lawan Lula adalah Flávio Bolsonaro, bukan Jair Bolsonaro. Banyak judul berita berbahasa Indonesia menyebut “Bolsonaro” saja, padahal ini dua orang berbeda. Jair Bolsonaro tidak bisa mencalonkan diri.

Alasannya ada dua. Pada 30 Juni 2023, Mahkamah Pemilu (TSE) menyatakan Jair tidak boleh maju hingga 2030 karena penyalahgunaan kekuasaan politik dan media. Pada 11 September 2025, ia divonis 27 tahun penjara atas keterlibatan dalam rencana kudeta 2022–2023. Informasi ini tercatat di halaman Wikipedia tentang pemilu umum Brasil 2026.

Menurut laporan bdnews24 per 19 Oktober 2026, Jair menjalani hukuman dalam tahanan rumah karena alasan kesehatan. Flávio menyebut persidangan ayahnya sebagai “sandiwara” dan berjanji mengupayakan amnesti jika terpilih.

Di kubu seberang, Lula mengincar masa jabatan keempat yang tidak berurutan. Al Jazeera menyebutnya petahana yang maju lagi. Menurut bdnews24, Lula pernah menjalani 580 hari penahanan pada 2018–2019 dalam kasus korupsi, dan putusan itu kemudian dibatalkan karena cacat dalam proses penyelidikan dan peradilan.

Pendamping Lula adalah Geraldo Alckmin dari PSB. Pendamping Flávio adalah Alfredo Gaspar. Di Brasil, presiden dan wakil presiden dipilih sebagai satu paket.

Apa hasil putaran pertama 4 Oktober 2026?

Layar monitor ruang media di Mahkamah Pemilu (TSE) menampilkan tabulasi grafik persentase suara putaran pertama yang sangat ketat.

Flávio Bolsonaro memimpin dengan 56.104.503 suara (47,03 persen suara sah). Lula menyusul dengan 53.879.538 suara (45,16 persen). Tak ada yang melewati ambang 50 persen plus satu, sehingga putaran kedua wajib digelar. Data ini bersumber dari Wikipedia yang merangkum hasil resmi.

Lima besar putaran pertama:

KandidatPartaiSuaraPersentase suara sah
Flávio BolsonaroPL56.104.50347,03%
Luiz Inácio Lula da SilvaPT53.879.53845,16%
Augusto CuryAvante3.448.5692,89%
Renan SantosMissão2.675.8872,24%
Ronaldo CaiadoPSD2.605.1482,18%

Tujuh kandidat lain masing-masing meraih 0,27 persen atau kurang. Romeu Zema (NOVO) memperoleh 326.488 suara, atau 0,27 persen.

Partisipasi tercatat 78,92 persen dari 158.745.502 pemilih terdaftar. Sebanyak 125.275.835 orang memberikan suara. Suara sah berjumlah 119.300.788 (95,23 persen), sementara suara tidak sah 3.674.249 dan suara kosong 2.300.798.

Selisih antara pemilih terdaftar dan yang datang sekitar 33,5 juta orang. Angka ini sejalan dengan laporan bdnews24 bahwa sekitar 33 juta pemilih tidak datang ke TPS, atau kira-kira satu dari lima. Kedua kandidat kini berebut kelompok ini.

Siapa yang mendukung siapa setelah putaran pertama?

Meja kerja analis politik dengan kertas bagan aliansi partai dan catatan tangan tentang pergeseran dukungan suara kandidat.

Menurut Wikipedia, Augusto Cury, Ronaldo Caiado, Romeu Zema, dan Clariana Barão menyatakan dukungan untuk Flávio. Samara Martins, Hertz Dias, dan Edmilson Costa mendukung Lula. Renan Santos, Wilson Grassi, dan Rui Costa Pimenta tidak mendukung siapa pun.

Dari data itu, redaksi menghitung gambaran kasar berikut. Ini analisis redaksi, bukan prediksi dan bukan data resmi.

KelompokKandidatTotal suara sah putaran pertama
Mendukung FlávioCury, Caiado, Zema, Barãosekitar 5,37%
Mendukung LulaMartins, Dias, Costasekitar 0,16%
Tanpa dukungan resmiSantos, Grassi, Pimentasekitar 2,26%

Secara hitungan, dukungan elite lebih banyak mengalir ke Flávio. Namun suara pemilih tidak otomatis mengikuti arahan kandidat yang kalah. Sebagian pemilih bisa saja tidak datang lagi atau mencoblos kosong. Karena itu, selisih 1,87 poin tidak bisa langsung dibaca sebagai “pasti menang”.

Bagaimana survei putaran kedua?

Petugas surveyor memegang papan klip melakukan wawancara tatap muka dengan seorang warga di trotoar kota metropolitan Brasil.

Survei menunjukkan persaingan ketat. Menurut O Povo, survei Quaest yang dirilis 14 Oktober mencatat Flávio 51 persen dan Lula 49 persen dalam hitungan suara sah. Selisih 2 poin itu tergolong tipis untuk survei opini.

Quaest merilis survei baru pada Rabu, 21 Oktober 2026. Pengambilan data dilakukan 17–20 Oktober terhadap 2.154 pemilih usia 16 tahun ke atas lewat wawancara tatap muka. Margin kesalahannya 2 poin pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan registrasi TSE BR-08535/2026. Saat artikel ini ditulis, angka hasilnya belum terverifikasi oleh redaksi.

Sebelum putaran pertama, survei Datafolha 22–23 September mencatat skenario putaran kedua Lula 47 persen dan Flávio 45 persen, menurut Al Jazeera. Lembaga itu menyebutnya imbang secara statistik. Quaest saat itu mencatat Flávio 42 persen dan Lula 41 persen, sementara BTG Pactual/Nexus mencatat Lula 46 dan Flávio 45.

Satu catatan metodologi: survei bisa melaporkan “total suara” atau “suara sah”. Keduanya tidak bisa dibandingkan langsung. Selalu cek jenis angka yang dipakai sebelum membandingkan dua survei.

Mengapa Brasil disebut negara federasi?

Fasad arsitektur Gedung Kongres Nasional di Brasília dengan kubah ganda dan menara kembar yang melambangkan kekuasaan federal.

Brasil disebut negara federasi karena kekuasaan dibagi secara konstitusional antara pemerintah pusat dan unit-unit di bawahnya yang masing-masing otonom. Pasal 1 Konstitusi 1988 menyebut Republik Federatif Brasil dibentuk oleh “persatuan tak terpisahkan” Negara Bagian, Munisipalitas, dan Distrik Federal.

Pasal 18 menambahkan bahwa organisasi politik-administratif Brasil mencakup União (pusat), Negara Bagian, Distrik Federal, dan Munisipalitas, “semuanya otonom”. Kedua kutipan ada di teks Konstitusi di situs Planalto.

Strukturnya tiga tingkat, bukan dua. Menurut profil SNG-WOFI, Brasil memiliki 26 negara bagian, satu Distrik Federal, dan 5.570 munisipalitas (data 2021). Negara bagian dan Distrik Federal punya konstitusi sendiri yang tak boleh bertentangan dengan Konstitusi nasional.

Bagi pembaca Indonesia, perbedaannya mencolok. Indonesia menganut bentuk negara kesatuan (UUD 1945 Pasal 1 ayat 1), sedangkan Brasil membagi kewenangan secara konstitusional ke tiga tingkat pemerintahan.

Siapa mengurus apa: pusat, negara bagian, dan kota?

Buku resmi Konstitusi Republik Federatif Brasil 1988 terbuka di atas meja kayu dengan stempel resmi kelembagaan negara.

Pemerintah pusat memegang urusan seperti pertahanan nasional, hubungan luar negeri, penerbitan mata uang, dan kontrol wilayah udara. CNN Brasil menambahkan hukum perdata, telekomunikasi, kebijakan moneter, lalu lintas, dan energi ke daftar itu. Negara bagian dan kota tidak boleh membuat hukum pidana.

Negara bagian dipimpin gubernur dan boleh menyesuaikan aturan nasional dengan kondisi wilayah. Skemanya disebut kompetensi konkuren: pusat menetapkan aturan umum, negara bagian melengkapinya. Kota dipimpin wali kota dan dewan kota, dan mengurus hal lokal seperti transportasi umum, tata ruang, pajak properti (IPTU), dan jam buka toko.

Tumpang tindih kewenangan kerap memicu sengketa. Menurut Gustavo Sampaio dari UFF yang dikutip CNN Brasil, perselisihan itu sering berakhir di pengadilan.

Peran pemerintah daerah juga besar dalam angka. Menurut SNG-WOFI, pada 2020 seluruh pemerintah daerah mengelola belanja setara 22,4 persen PDB, atau 44,4 persen belanja pemerintah umum. Negara bagian menyumbang 12,7 persen PDB dan munisipalitas 9,7 persen PDB. Dari sisi pendapatan, pemerintah daerah menguasai 59,5 persen pendapatan pemerintah umum.

Apa kaitan federalisme dengan pemilu 2026?

Ruang sidang utama Senat Federal di Brasília dengan deretan kursi biru setengah lingkaran yang mewakili representasi negara bagian.

Pada hari yang sama, pemilih Brasil memilih presiden, gubernur, anggota majelis rendah dan senator. Menurut Wikipedia, gubernur di 26 negara bagian dan Distrik Federal juga dipilih dengan sistem dua putaran. Karena itu, putaran kedua 25 Oktober bukan hanya soal kursi presiden.

Kursi legislatif nasional mencerminkan struktur federal. Senat memiliki 81 kursi, tiga untuk setiap negara bagian dan Distrik Federal, dan 54 kursi diperebutkan pada 2026. Majelis Rendah memiliki 513 kursi dari 27 daerah pemilihan, yang masing-masing mendapat 8 sampai 70 kursi.

Hasilnya memberi peta kekuatan bagi presiden terpilih. Menurut Wikipedia, PL meraih 121 kursi di Majelis Rendah (naik 22), sedangkan federasi PT (bersama PCdoB dan PV) mendapat 88 kursi gabungan. Di Senat, PL tercatat memiliki 29 kursi total (naik 14) dan PT 9 kursi.

Dengan 513 kursi, mayoritas Majelis Rendah memerlukan 257 kursi. Tak ada partai tunggal yang mencapainya. Siapa pun pemenang 25 Oktober harus membangun koalisi di Kongres. Itu penilaian redaksi berdasarkan angka di atas, bukan pernyataan sumber.

Pelantikan presiden terpilih dijadwalkan 5 Januari 2027, menurut Viva, yang juga melaporkan bahwa gubernur dilantik sehari kemudian. Pemilu kota berikutnya dijadwalkan 2028, menurut CNN Brasil.

Bagaimana aturan pencoblosan 25 Oktober?

Petugas TPS di Brasil memverifikasi kartu identitas berfoto pemilih di meja pendaftaran sebelum pemilih menuju bilik suara.

Memilih bersifat wajib bagi warga melek huruf berusia 18 sampai 70 tahun, dan opsional mulai usia 16 tahun, menurut Wikipedia. Denda standar bagi yang tidak memilih tanpa alasan sebesar R3,51,sekitarUS0,70 pada 2026. Dendanya kecil, tetapi tingkat kehadiran putaran pertama tetap 78,92 persen.

Pencoblosan berlangsung langsung di TPS pada hari Minggu. Tidak ada pemungutan suara lewat pos atau pemungutan awal. Pemilih wajib menunjukkan kartu identitas berfoto. Sekitar 95.000 TPS dibuka, kebanyakan di sekolah negeri, ditambah 164 lokasi di luar negeri.

Hampir seluruh pemungutan suara memakai mesin elektronik. Kertas suara hanya dipakai bila mesin rusak atau di sejumlah lokasi luar negeri dengan pemilih kurang dari 100 orang. Seluruh pemilu diselenggarakan lembaga yudikatif: TSE dan Pengadilan Pemilu Regional (TRE) di tiap negara bagian.

Warga Brasil di luar negeri hanya boleh memilih presiden dan wakil presiden. Jam buka TPS di zona waktu Brasília (UTC−3) adalah 08.00–17.00. Itu setara pukul 18.00 WIB Minggu sampai 03.00 WIB Senin, karena Brasília tertinggal 10 jam dari Jakarta.

Zona waktu lain menyesuaikan, misalnya 09.00–18.00 di UTC−2 dan 06.00–15.00 di UTC−5, menurut Wikipedia.

Cara mengikuti hasil putaran kedua dari Indonesia

Seseorang memantau pembaruan langsung penghitungan suara pemilu Brasil melalui situs web resmi TSE di layar komputer meja.

Berikut langkah praktisnya agar tidak terjebak angka tidak resmi:

  1. Catat jadwal dalam WIB. TPS di zona Brasília ditutup sekitar pukul 03.00 WIB, Senin 26 Oktober 2026.
  2. Pakai sumber resmi. Penyelenggara pemilu adalah TSE. Angka final berasal dari penghitungan resmi lembaga itu.
  3. Bedakan suara sah dan total suara. Pemenang ditentukan oleh perolehan terbanyak, dan persentase di media biasanya dihitung dari suara sah.
  4. Cek jumlah TPS yang sudah dihitung. Angka awal bisa bergeser ketika TPS dari wilayah lain masuk.
  5. Tunggu konfirmasi dari beberapa media berkredibilitas. Hindari klaim kemenangan dari satu akun atau satu kubu.

Langkah 1 dan 2 bersifat praktis, sedangkan 3 sampai 5 adalah praktik verifikasi umum, bukan aturan TSE.

7 fakta kunci yang perlu diingat

Buku catatan spiral jurnalis berisi ringkasan tulisan tangan tujuh fakta penting pemilu Brasil putaran kedua di samping pena.
  1. Putaran kedua digelar Minggu, 25 Oktober 2026 (Wikipedia, O Povo).
  2. Lawan Lula adalah Flávio Bolsonaro, bukan Jair Bolsonaro (Wikipedia).
  3. Flávio unggul 47,03 persen berbanding 45,16 persen pada 4 Oktober (Wikipedia).
  4. Jair Bolsonaro divonis 27 tahun penjara pada 11 September 2025 dan tak boleh maju hingga 2030 (Wikipedia).
  5. Brasil punya 26 negara bagian, satu Distrik Federal, dan 5.570 munisipalitas (SNG-WOFI, data 2021).
  6. Debat putaran kedua di Band dijadwalkan 18 Oktober di São Paulo (bdnews24).
  7. Pelantikan presiden terpilih dijadwalkan 5 Januari 2027 (Viva).

Mengapa ini penting bagi pembaca Indonesia?

Bola dunia vintage di atas meja belajar dengan fokus menyoroti perbandingan letak geografis dan ukuran negara Brasil dan Indonesia.

Brasil adalah negara demokrasi besar dengan puluhan juta pemilih. Pemilu 2026 mempertemukan dua kubu yang telah bersaing selama hampir satu dekade, menurut bdnews24. Hasilnya akan menentukan arah pemerintahan federal dan hubungannya dengan negara bagian.

Redaksi tidak menemukan sumber terverifikasi tentang dampak langsung hasil pemilu ini bagi Indonesia, sehingga artikel ini tidak mengklaim ada dampak spesifik. Bagi pembaca yang mengikuti politik global, pemilu ini berguna sebagai bahan pembanding sistem federal dan sistem dua putaran.

Bahan pembanding yang jelas: Indonesia memakai sistem kesatuan, sementara Brasil membagi kewenangan ke tiga tingkat. Brasil juga menyelenggarakan pemilu lewat lembaga yudikatif, sedangkan Indonesia memakai penyelenggara pemilu mandiri.

Baca Juga Commonwealth: Sejarah, Tujuan, Negara Anggota, dan Pengaruhnya di Dunia

FAQ — Brasil negara federasi dan putaran kedua 25 Oktober

Siapa yang bertarung di putaran kedua pilpres Brasil 2026?

Presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva dari PT melawan Senator Flávio Bolsonaro dari PL. Flávio adalah putra mantan presiden Jair Bolsonaro. Jair sendiri tidak ikut karena dinyatakan tidak memenuhi syarat hingga 2030 dan divonis 27 tahun penjara. Putaran kedua digelar Minggu, 25 Oktober 2026.

Mengapa Brasil disebut negara federasi?

Konstitusi 1988 membagi kekuasaan ke tiga tingkat otonom: União (pusat), Negara Bagian beserta Distrik Federal, dan Munisipalitas. Pasal 1 menyebutnya “persatuan tak terpisahkan”. Negara bagian punya konstitusi, gubernur, dan majelis legislatif sendiri. Brasil memiliki 26 negara bagian, satu Distrik Federal, dan 5.570 munisipalitas.

Bagaimana cara memantau hasil putaran kedua?

1) Catat jadwal TPS dalam WIB. 2) Ikuti angka resmi TSE. 3) Bandingkan beberapa media kredibel. 4) Cek persentase TPS yang sudah dihitung. 5) Bedakan suara sah dan total suara.

Berapa denda jika pemilih Brasil tidak datang?

Denda standar sebesar R3,51,sekitarUS0,70 pada 2026, menurut Wikipedia. Memilih wajib bagi warga melek huruf usia 18–70 tahun dan opsional dari usia 16 tahun. Pada putaran pertama, partisipasi tercatat 78,92 persen.


Ditulis oleh Redaksi mitsuyokitamura.

Sumber:

By Shantae