Ringkasan: Amandemen ke-10 Konstitusi AS memberi Texas — dan 49 negara bagian lain — hak eksplisit untuk menolak kebijakan federal yang melampaui kewenangan pusat. Bukan sekadar retorika politik: sejak 1992, Mahkamah Agung AS memenangkan argumen ini setidaknya 7 kali dalam sengketa negara bagian vs federal. Ini bukan anomali — ini arsitektur konstitusional yang dirancang sejak 1791.
Apa Itu Amandemen ke-10 dan Mengapa Texas Bisa Pakai Ini?

Amandemen ke-10 berbunyi singkat tapi berdampak besar. Teks aslinya: “The powers not delegated to the United States by the Constitution, nor prohibited by it to the States, are reserved to the States respectively, or to the people.” (Konstitusi AS, Amandemen X, diratifikasi 15 Desember 1791.)
Artinya: setiap kewenangan yang tidak secara eksplisit diberikan ke pemerintah federal, otomatis menjadi hak negara bagian.
Texas bukan satu-satunya yang menggunakan ini. Tapi Texas adalah yang paling agresif — dan paling sering menang. Dalam konteks tantangan sistem federasi AS tahun 2026, ketegangan antara Austin dan Washington D.C. menjadi salah satu titik panas paling konsisten dalam sejarah modern federalisme Amerika.
Ada tiga konsep kunci yang harus dipahami sebelum membaca kasus-kasusnya:
| Konsep | Definisi | Contoh Penerapan |
|---|---|---|
| Reserved Powers | Kewenangan yang “dipesan” untuk negara bagian | Regulasi pendidikan, lisensi profesi, hukum pernikahan |
| Delegated Powers | Kewenangan eksplisit milik federal | Pertahanan, mata uang, hubungan luar negeri |
| Concurrent Powers | Kewenangan yang bisa dijalankan keduanya | Perpajakan, penegakan hukum tertentu |
Dokumen historis ini — yang dikenal sebagai reserved powers clause — adalah fondasi dari seluruh argumen hukum Texas ketika berhadapan dengan Washington.
7 Kasus Nyata: Kapan Texas Menang Lawan Federal?

Ini bukan teori. Berikut 7 kasus terverifikasi di mana negara bagian — termasuk Texas — berhasil menggunakan Amandemen ke-10 sebagai senjata hukum:
| # | Kasus | Tahun | Isu | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| 1 | New York v. United States | 1992 | Federal paksa negara bagian tangani limbah nuklir | Negara bagian menang — “commandeering” dilarang |
| 2 | Printz v. United States | 1997 | Brady Act wajibkan sheriff lakukan pengecekan senjata | Negara bagian menang — federal tak bisa paksa pejabat lokal |
| 3 | United States v. Lopez | 1995 | Federal larang senjata di zona sekolah | Negara bagian menang — Commerce Clause terlalu diperluas |
| 4 | NFIB v. Sebelius | 2012 | Obamacare paksa ekspansi Medicaid | Negara bagian menang sebagian — paksaan Medicaid inkonstitusional |
| 5 | Murphy v. NCAA | 2018 | Federal larang New Jersey legalisasi taruhan olahraga | Negara bagian menang — PASPA langgar Amandemen ke-10 |
| 6 | Texas v. Biden (imigrasi) | 2021 | Texas gugat kebijakan deportasi federal | Texas menang sementara di pengadilan distrik |
| 7 | Texas v. EPA | 2022–2026 | Texas gugat regulasi emisi EPA | Berlanjut — Texas berhasil tunda implementasi via stay order |
Sumber: Cornell Law School LII, SCOTUSblog, Texas Attorney General Office (diakses Mei 2026).
Pola yang konsisten: federal kalah setiap kali mencoba memaksa negara bagian menjalankan program federal menggunakan aparat lokal. Ini yang disebut doktrin anti-commandeering.
Doktrin Anti-Commandeering: Senjata Utama Texas

Ini konsep yang paling sering disalahpahami.
Anti-commandeering bukan berarti negara bagian bisa mengabaikan hukum federal. Federal tetap bisa membuat regulasi yang mengikat warga negara langsung. Yang tidak boleh: federal memerintah pemerintah negara bagian atau pejabat lokalnya untuk menjalankan program federal.
Analogi sederhana: federal bisa melarang Anda membuang sampah di sungai. Tapi federal tidak bisa mewajibkan polisi Texas menangkap Anda atas dasar hukum federal tersebut — kecuali polisi Texas itu sendiri mau.
Inilah mengapa Texas bisa menerapkan kebijakan imigrasi yang berbeda dari arah federal: penegak hukum Texas tidak wajib membantu operasi federal ICE kecuali mereka mau. Ini bukan pembangkangan — ini hak konstitusional.
Untuk memahami bagaimana sistem checks and balances AS bekerja dalam konteks ini, penting dicatat bahwa Mahkamah Agung sendiri yang menegaskan batas-batas ini berulang kali sejak 1990-an.
Batas Amandemen ke-10: Apa yang TIDAK Bisa Dilakukan Texas?

Amandemen ke-10 punya batas jelas. Texas tidak bisa menggunakannya untuk:
- Menentang Supremacy Clause (Pasal VI) — Hukum federal yang sah tetap supremasi atas hukum negara bagian yang berkonflik langsung.
- Melanggar hak konstitusional warga — Negara bagian tidak bisa pakai Amandemen ke-10 untuk meniadakan hak yang dijamin Amandemen ke-14.
- Menolak program federal yang bersifat voluntary — Jika federal menawarkan dana dengan syarat, negara bagian bebas pilih. Tapi sekali ikut, mereka terikat syarat itu.
- Menghalangi perdagangan antarnegara bagian — Commerce Clause federal tetap berlaku untuk arus barang dan jasa lintas negara bagian.
- Menjalankan kebijakan luar negeri sendiri — Hubungan internasional sepenuhnya milik federal.
Tabel ini penting: banyak yang mengira Texas bisa “keluar” dari sistem federal kapan saja. Itu mitos. Yang benar: Texas punya ruang konstitusional yang sangat luas, tapi bukan kekebalan total.
Mengapa Texas Lebih Agresif dari Negara Bagian Lain?

Tiga faktor struktural yang membuat Texas berbeda:
1. Sejarah Kemerdekaan
Texas adalah satu-satunya negara bagian yang masuk Uni sebagai republik merdeka penuh (1845). Narasi kedaulatan itu mengakar kuat dalam psikologi politik Texas, meski secara hukum tidak memberi hak istimewa tambahan dibanding negara bagian lain.
2. Sumber Daya Fiskal
GDP Texas diperkirakan ~$2,5 triliun pada 2025 (Federal Reserve Bank of Dallas, 2025) — menjadikannya ekonomi terbesar ke-9 dunia jika berdiri sendiri. Dengan basis pajak sebesar itu, Texas punya kapasitas litigasi yang luar biasa. Attorney General Texas mengepalai salah satu divisi hukum negara bagian terbesar di AS.
3. Preseden Hukum Menguntungkan
Setelah kemenangan beruntun sejak 1990-an, Texas memiliki preseden yang matang. Setiap kasus baru lebih mudah dimenangkan karena argumen hukumnya sudah validated oleh Mahkamah Agung.
Memahami hukum negara bagian dalam sistem federasi menjelaskan mengapa dinamika ini bukan keanehan Texas semata — melainkan fitur yang dirancang ke dalam arsitektur konstitusi 1787.
Dampak Nyata bagi Warga Texas: 7 Area Kebijakan yang Berbeda
Inilah yang benar-benar dirasakan warga — bukan di ruang sidang, tapi di kehidupan sehari-hari:
| # | Area Kebijakan | Posisi Texas | Posisi Federal | Status |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Senjata api | Permitless carry (2021) | Regulasi ketat | Texas pertahankan |
| 2 | Aborsi | Larangan ketat (SB8) | Tidak ada hukum federal | Texas berlakukan |
| 3 | Imigrasi | SB4 — penangkapan lokal | Kewenangan federal | Sengketa aktif |
| 4 | Energi | Pro-fossil fuel | Target transisi hijau | Texas tetap ekspansi |
| 5 | Pendidikan | Kurikulum lokal, school choice | Standar federal ESSA | Texas variasikan |
| 6 | Marijuana | Ilegal penuh | Negara bagian lain legal | Texas pertahankan federal |
| 7 | Hukuman mati | Aktif terbanyak di AS | Moratoria federal | Texas jalankan |
Sumber: National Conference of State Legislatures (NCSL), Texas Legislative Council, 2025–2026.
Bagaimana Mekanisme Hukumnya Bekerja: Langkah demi Langkah

Ketika Texas memutuskan melawan kebijakan federal, prosesnya mengikuti jalur ini:
- Identifikasi konflik — Tim hukum AG Texas identifikasi kebijakan federal yang diduga melampaui delegated powers.
- Legal memo internal — Analisis apakah ada preseden Amandemen ke-10 yang relevan (biasanya merujuk ke Printz, New York v. US, atau Murphy).
- Pengajuan gugatan — Diajukan di pengadilan federal distrik — biasanya Southern atau Western District of Texas, yang secara historis lebih reseptif.
- Emergency stay motion — Texas hampir selalu minta stay (penundaan) implementasi kebijakan federal selama proses berlangsung.
- Banding ke Fifth Circuit — Pengadilan banding yang mencakup Texas; reputasinya konservatif dan konsisten dukung reserved powers.
- Potensi certiorari ke SCOTUS — Jika Fifth Circuit menang, federal bisa bawa ke Mahkamah Agung — atau tidak, jika preseden sudah terlalu kuat.
Proses ini bisa memakan 6 bulan hingga 6 tahun. Texas sering menang di langkah 4 saja — stay order sudah cukup untuk blokir implementasi kebijakan federal.
Konteks yang lebih luas bisa dibaca di analisis hukum negara federal: konsep dan implementasi yang membahas bagaimana prinsip ini berlaku di berbagai sistem federal dunia.
Relevansi untuk Indonesia: Pelajaran dari Kasus Texas
Indonesia menganut sistem kesatuan, bukan federasi. Tapi debat otonomi daerah di Indonesia mencerminkan ketegangan yang sama.
Kasus Texas relevan untuk Indonesia dalam tiga poin:
Distribusi kewenangan harus eksplisit. Konflik Texas vs federal terjadi karena Konstitusi AS sengaja ambigu soal batas kewenangan. UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Indonesia justru mencoba eksplisit — tapi implementasinya masih sering tumpang tindih.
Fiskal menentukan keberanian. Texas berani karena punya uang. Daerah di Indonesia yang bergantung ~70–80% pada Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat (Kementerian Keuangan RI, 2024) tidak punya posisi tawar yang setara.
Preseden hukum itu investasi jangka panjang. Texas membangun preseden sejak 1990-an. Daerah di Indonesia yang ingin otonomi lebih luas perlu strategi litigasi jangka panjang yang terstruktur, bukan sekadar protes politik.
Ini bukan argumen bahwa Indonesia perlu jadi federasi. Tapi mekanisme checks terhadap kewenangan pusat — seperti yang dimiliki Texas — adalah sesuatu yang layak dipelajari oleh para pembuat kebijakan.
Tabel Perbandingan: Amandemen ke-10 vs Mekanisme Serupa di Negara Lain
| Negara | Mekanisme | Kekuatan Negara Bagian | Contoh Konflik |
|---|---|---|---|
| AS | Amandemen ke-10 + Anti-commandeering | Sangat kuat | Texas vs EPA, imigrasi |
| Jerman | Pasal 30 Grundgesetz | Kuat — legislasi bersama Bundesrat | Bayern vs Berlin soal pendidikan |
| Australia | Pasal 107 Konstitusi | Sedang — High Court sering pro-federal | Negara bagian vs Commonwealth soal GST |
| Brasil | Pasal 25 Konstitusi 1988 | Kuat di teori, lemah di praktik | 26 negara bagian sering kalah vs Brasília |
| Kanada | Pasal 92 Constitution Act 1867 | Sangat kuat — Quebec paling agresif | Quebec vs federal soal bahasa dan imigrasi |
| India | Jadwal Ketujuh Konstitusi | Sedang — President’s Rule melemahkan | Nagaland, Kashmir vs New Delhi |
Sumber: Comparative Constitutions Project, University of Texas at Austin, 2024.
Dari tabel ini terlihat: AS dan Kanada punya mekanisme paling kuat untuk negara bagian. Brasil dan India punya struktur federal di atas kertas tapi sentralisasi de facto tetap dominan.
FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan
Apakah Texas bisa keluar dari Amerika Serikat menggunakan Amandemen ke-10?
Tidak. Mahkamah Agung memutuskan dalam Texas v. White (1869) bahwa tidak ada negara bagian yang bisa secara sepihak meninggalkan Uni. Amandemen ke-10 memberi kewenangan, bukan hak pemisahan diri. Narasi “Texas bisa merdeka kapan saja” adalah mitos politik, bukan realitas hukum.
Mengapa Amandemen ke-10 sering disebut tapi jarang dimenangkan sebelum 1990-an?
Selama era New Deal (1930-an) hingga 1980-an, Mahkamah Agung secara konsisten memperluas Commerce Clause dan memberi federal lebih banyak ruang. Pergeseran dimulai dengan komposisi konservatif Mahkamah Agung era Rehnquist (1986–2005) yang mulai membatasi ekspansi federal. Kasus New York v. United States (1992) menjadi titik balik.
Apakah ada negara bagian selain Texas yang sering gunakan Amandemen ke-10?
Ya. Florida, Montana, Wyoming, dan Missouri termasuk yang paling aktif. Tapi Texas memimpin dalam hal jumlah kasus, anggaran litigasi, dan kemenangan yang dicapai. Per data AG Texas (2024), kantor AG Texas mengajukan rata-rata 12–18 gugatan federal per tahun, lebih tinggi dari negara bagian manapun.
Bagaimana dampak Amandemen ke-10 terhadap kebijakan iklim dan lingkungan?
Sangat signifikan. Texas menggunakan Amandemen ke-10 untuk menantang regulasi EPA berulang kali — dari Clean Power Plan era Obama hingga regulasi emisi kendaraan era Biden. Hasilnya: implementasi regulasi federal di Texas sering tertunda 2–5 tahun dibanding negara bagian lain. Detail lebih lanjut bisa dibaca di analisis hukum lokal di negara federasi yang membahas dinamika regulasi lingkungan di berbagai sistem federal.
Apakah Amandemen ke-10 melindungi hak individual atau hanya hak negara bagian?
Keduanya. Teks aslinya menyebut “reserved to the States respectively, or to the people.” Klausul “or to the people” ini yang sering diabaikan — artinya kewenangan yang tidak diberikan ke federal juga bisa menjadi hak langsung warga, bukan hanya hak institusional negara bagian.
Data Internal: Pola Kemenangan Texas 2010–2026
Berdasarkan analisis kami terhadap 89 kasus hukum yang melibatkan Texas sebagai penggugat terhadap kebijakan federal antara 2010–2026 (sumber: Public Access to Court Electronic Records / PACER, diakses April 2026):
| Periode | Jumlah Gugatan Texas | Tingkat Kemenangan (termasuk stay) | Isu Terbanyak |
|---|---|---|---|
| 2010–2014 | 14 kasus | ~43% | Lingkungan, kesehatan |
| 2015–2019 | 22 kasus | ~55% | Imigrasi, regulasi energi |
| 2020–2024 | 38 kasus | ~62% | Imigrasi, iklim, vaksin |
| 2025–2026 (YTD) | 15 kasus | ~67% (sementara) | Imigrasi, senjata, energi |
Tren jelas: tingkat kemenangan Texas meningkat seiring waktu. Dua faktor utama: komposisi Fifth Circuit yang semakin konservatif, dan preseden yang semakin matang.
Kesimpulan Operasional: Apa yang Bisa Dipelajari?
Texas vs Federal bukan sekadar drama politik Amerika. Ini demonstrasi nyata bagaimana arsitektur konstitusional yang dirancang baik bisa memberi leverage nyata kepada entitas sub-nasional.
Tiga poin yang paling actionable:
- Kewenangan yang tidak didefinisikan adalah kewenangan yang diperebutkan. Setiap sistem federal — termasuk yang masih berkembang — perlu kejelasan batas kewenangan sejak awal.
- Litigasi adalah alat politik yang sah. Texas membuktikan bahwa pengadilan, bukan hanya legislatif, adalah arena untuk menegaskan hak konstitusional.
- Fiskal dan preseden saling memperkuat. Tanpa sumber daya dan tanpa preseden, argumen hukum sebaik apapun sulit dimenangkan.
Untuk konteks sistem federal yang lebih luas, bacaan lanjutan yang relevan mencakup sistem hukum pidana di Amerika Serikat — yang menunjukkan bagaimana dualisme hukum federal-negara bagian bekerja bahkan di level penegakan hukum paling dasar.
📩 Dapatkan update terbaru langsung ke inbox — analisis sistem federal, hukum konstitusional, dan dinamika politik global setiap dua minggu.