Quebec Perang Bahasa vs Kanada Hingga Kini 2026

Data dari Institut de la statistique du Québec 2024 menunjukkan bahwa sekitar 73% pekerja Quebec menggunakan bahasa Prancis dalam situasi kerja formal, sementara 12% menggunakan bahasa Inggris, dan 13% menggunakan kedua bahasa. Di Pulau Montreal sendiri, hanya 61% konsumen yang paling sering menggunakan bahasa Prancis di toko-toko. Angka-angka ini menggambarkan realitas kompleks dari Quebec Perang Bahasa vs Kanada Hingga Kini 2026 yang masih berlanjut setelah puluhan tahun.

Konflik bahasa Quebec bukan sekadar perdebatan akademis—ini adalah perjuangan identitas yang telah membentuk politik Kanada selama beberapa dekade. Dari referendum kemerdekaan yang gagal hingga undang-undang bahasa yang semakin ketat, Quebec terus mempertahankan warisan Prancinya di tengah dominasi bahasa Inggris di Amerika Utara.

Artikel ini akan mengupas tuntas dinamika Quebec Perang Bahasa vs Kanada Hingga Kini 2026, mulai dari akar sejarah konflik, perkembangan terkini dengan Bill 96 yang mulai berlaku penuh pada Juni 2025, hingga implikasi terhadap bisnis, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Quebec.

Jawaban Singkat: Menurut data Quebec 2024-2025, Quebec Perang Bahasa vs Kanada Hingga Kini 2026 adalah konflik berkelanjutan antara upaya Quebec melindungi bahasa Prancis sebagai bahasa resmi provinsi melalui undang-undang seperti Bill 96 yang berlaku penuh sejak Juni 2025, versus komitmen federal Kanada terhadap bilingualisme. Konflik ini mencakup referendum kemerdekaan (1980, 1995), undang-undang bahasa yang semakin ketat, dan ketegangan antara komunitas Francophone dan Anglophone.

Akar Sejarah: Dari Konfederasi hingga Revolusi Tenang

Quebec Perang Bahasa vs Kanada Hingga Kini 2026

Quebec, sebagai satu-satunya provinsi mayoritas berbahasa Prancis sejak Konfederasi Kanada tahun 1867, selalu menghadapi ketegangan unik. Hingga tahun 1969, bahasa Inggris adalah satu-satunya bahasa nasional di Kanada, menciptakan situasi yang oleh orang Prancis Kanada disebut sebagai “jalan satu arah”—di mana penutur bahasa Prancis diharapkan belajar bahasa Inggris untuk melayani Anglophone.

Revolusi Tenang (Quiet Revolution) pada awal 1960-an menjadi titik balik. Periode ini memicu lonjakan nasionalisme sipil dan ekonomi di Quebec, dengan munculnya suara-suara yang menyerukan kemerdekaan provinsi. René Lévesque, salah satu tokoh kunci, mendirikan Parti Québécois pada 1968 dengan tujuan utama mencapai kedaulatan Quebec.

Setelah memenangkan kekuasaan pada 1976, pemerintah Parti Québécois mengesahkan Bill 101 (Charter of the French Language) pada 1977, yang menetapkan bahasa Prancis sebagai bahasa resmi Quebec dan mengatur penggunaannya dalam bisnis, pendidikan, dan administrasi publik. Undang-undang ini menjadi fondasi perlindungan bahasa Prancis yang berlanjut hingga hari ini.

Dua Referendum Kemerdekaan: 1980 dan 1995

Quebec Perang Bahasa vs Kanada Hingga Kini 2026

Referendum 1980: Kekalahan Telak Gerakan Kedaulatan

Pada 20 Mei 1980, pemerintah Parti Québécois di bawah René Lévesque mengadakan referendum pertama tentang “sovereignty-association”—proposal agar Quebec menjadi negara berdaulat sambil mempertahankan kemitraan ekonomi dengan Kanada. Kampanye referendum ini memecah konsensus nasionalis yang telah ada sejak Revolusi Tenang.

Pertanyaan referendum dirancang untuk membangun koalisi luas dengan hanya meminta otoritas untuk bernegosiasi, bukan deklarasi kemerdekaan langsung. Namun, Perdana Menteri Pierre Trudeau dan pihak federalis mengkritik pertanyaan tersebut sebagai terlalu kabur dan menyatakan bahwa pemerintah Kanada tidak akan bernegosiasi sovereignty-association dalam keadaan apapun.

Hasilnya, proposal ditolak dengan margin yang jelas: 59,56% memilih “Tidak” dan 40,44% memilih “Ya”. Trudeau kemudian berjanji akan memperbaharui federalisme dan mengubah konstitusi, yang akhirnya menghasilkan Canadian Charter of Rights and Freedoms.

Referendum 1995: Hampir Berhasil

Setelah kegagalan Meech Lake Accord (1987) dan Charlottetown Accord (1992)—kedua upaya untuk mengakui Quebec sebagai “masyarakat yang berbeda” (distinct society)—gerakan kedaulatan kembali menguat. Jacques Parizeau, seorang separatis garis keras, menjadi Premier Quebec pada 1994 dan segera menjanjikan referendum kedua.

Referendum yang diadakan pada 30 Oktober 1995 menampilkan pertanyaan yang lebih langsung tentang kedaulatan Quebec. Kampanye ini luar biasa intens, dengan tingkat partisipasi pemilih tertinggi dalam sejarah Quebec: 93,52%.

Hasilnya mengejutkan—pilihan “Tidak” menang dengan margin sangat tipis hanya 54.288 suara (50,58% berbanding 49,42%). Ini adalah momen paling dekat Quebec dengan kemerdekaan. Parizeau mengundurkan diri keesokan harinya, dan pemerintah federal kemudian mengesahkan Clarity Act tahun 2000, yang menetapkan bahwa referendum masa depan harus memiliki pertanyaan yang jelas dan mayoritas yang jelas sebelum negosiasi bisa dimulai.

Bill 96: Undang-Undang Bahasa Terbaru yang Mengubah Lanskap Quebec

Quebec Perang Bahasa vs Kanada Hingga Kini 2026

Pada 1 Juni 2022, Quebec mengesahkan Bill 96, atau “An Act respecting French, the official and common language of Québec,” yang membawa perubahan signifikan terhadap Charter of the French Language. Undang-undang ini diimplementasikan secara bertahap, dengan ketentuan terakhir dan paling ketat mulai berlaku pada 1 Juni 2025.

Ketentuan Utama Bill 96 yang Berlaku Sejak Juni 2025

Registrasi Wajib dengan OQLF: Bisnis dengan 25 karyawan atau lebih di Quebec kini wajib mendaftar ke Office québécois de la langue française (OQLF) dan menjalani proses Francisation. Sebelumnya, ambang batas ini adalah 50 karyawan. Perusahaan memiliki tiga bulan setelah konfirmasi registrasi untuk menyelesaikan analisis situasi linguistik mereka.

Persyaratan Label Produk: Semua tulisan pada produk yang dijual di Quebec harus dalam bahasa Prancis, dan tidak ada bahasa lain yang boleh lebih menonjol. Sejak 1 Juni 2025, merek dagang yang terdaftar dapat ditampilkan dalam bahasa selain Prancis hanya jika tidak ada versi Prancis yang terdaftar. Namun, istilah deskriptif atau generik yang merupakan bagian dari merek dagang harus diterjemahkan ke bahasa Prancis.

Papan Tanda dan Iklan Publik: Bahasa Prancis harus “markedly predominant” (sangat menonjol), yang berarti ruang yang dialokasikan untuk teks Prancis harus setidaknya dua kali lebih besar dari teks dalam bahasa lain dalam bidang visual yang sama.

Kontrak dan Komunikasi Pelanggan: Kontrak adhesi harus disajikan dalam bahasa Prancis terlebih dahulu, termasuk yang dibuat secara online atau melalui telepon. Kontrak kerja, jaminan, dan komunikasi purna jual juga harus tersedia dalam bahasa Prancis.

Komunikasi Pemerintah: Pegawai negeri sipil harus berbicara dan menulis secara eksklusif dalam bahasa Prancis saat bertugas, kecuali dalam kasus tertentu yang melibatkan kesehatan, keselamatan publik, atau prinsip keadilan alami. Layanan darurat 911 tetap tersedia dalam bahasa Inggris.

Kontroversi Section 7.1: Supremasi Bahasa Prancis dalam Interpretasi Hukum

Salah satu ketentuan paling kontroversial dari Bill 96 adalah Section 7.1 yang ditambahkan ke Charter of the French Language. Bagian ini menetapkan bahwa dalam hal terjadi perbedaan antara versi Prancis dan Inggris dari suatu undang-undang yang tidak dapat diselesaikan dengan aturan interpretasi biasa, “teks Prancis harus berlaku.”

Menurut analisis yang diterbitkan di Policy Options pada April 2025, ketentuan ini merusak lebih dari satu abad hukum Kanada tentang interpretasi undang-undang bilingual. Section 133 dari Constitution Act, 1867 menjamin bilingualisme legislatif di Quebec, yang berarti kedua versi undang-undang memiliki bobot hukum yang sama—prinsip yang dikenal sebagai “equal authority rule” yang diartikulasikan oleh Mahkamah Agung Kanada sejak 1891.

Ketentuan ini telah memicu perdebatan hukum tentang konstitusionalitas Bill 96 dan dampaknya terhadap kesetaraan linguistik di Kanada.

Dampak Bill 96 terhadap Kehidupan Sehari-hari

Quebec Perang Bahasa vs Kanada Hingga Kini 2026

Bisnis dan Ekonomi

Bisnis yang beroperasi di Quebec menghadapi tantangan kompleksitas kepatuhan yang meningkat. Perusahaan dengan 25-99 karyawan kini harus membentuk komite Francisation, yang terdiri dari jumlah pekerja dan manajer yang sama, untuk melaporkan kepatuhan organisasi. Perusahaan dengan lebih dari 100 karyawan harus membentuk komite Francisation yang wajib.

Menurut laporan DLA Piper Juni 2025, denda karena ketidakpatuhan bisa berkisar dari $700 hingga $7.000 untuk individu, dan dari $3.000 hingga $30.000 untuk bisnis, dengan denda yang lebih tinggi untuk pelanggaran berulang. Dalam kasus yang parah, sanksi dapat mempengaruhi lisensi operasional perusahaan.

Untuk perusahaan e-commerce, Bill 96 berlaku untuk semua produk yang dijual di Quebec, bahkan jika digudangkan di tempat lain di Kanada. Situs web, label produk, kemasan, dan materi promosi yang menargetkan Quebec harus memprioritaskan bahasa Prancis.

Komunitas Anglophone Quebec

Perubahan dalam undang-undang bahasa Quebec telah menciptakan kebingungan bagi penduduk berbahasa Inggris yang mencoba mengakses layanan. Menurut laporan Commissioner of Official Languages Raymond Théberge yang dirilis November 2025, beberapa pekerja kesehatan masih kesulitan mengetahui kapan mereka dapat menawarkan layanan dalam bahasa Inggris di bawah Bill 96. Tantangan serupa dirasakan di sektor pendidikan dan bisnis Quebec.

Namun, laporan Juni 2024 berjudul “Building Bridges” yang diterbitkan oleh Office of the Commissioner of Official Languages menunjukkan bahwa komunitas berbahasa Inggris Quebec memberikan kontribusi signifikan tidak hanya terhadap bilingualisme Kanada, tetapi juga terhadap pengakuan fakta Prancis di Quebec. Laporan ini membantah beberapa mitos tentang komunitas tersebut.

Pendidikan dan Imigrasi

Bill 96 juga mempengaruhi pendidikan, dengan persyaratan bahasa Prancis untuk siswa di perguruan tinggi junior Inggris provinsi yang mulai berlaku pada musim gugur 2023. Untuk imigrasi, Quebec telah menetapkan tingkat imigrasi sekitar 50.000 penerimaan reguler per tahun untuk 2024 dan 2025, menurut data pemerintah Agustus 2024.

Pemerintah federal Kanada juga telah mengumumkan target imigrasi Francophone yang terus meningkat: 6% dari total imigrasi Kanada di luar Quebec pada 2024, 7% pada 2025, dan 8% pada 2026, sebagai bagian dari upaya memulihkan bobot demografis komunitas minoritas Francophone.

Dinamika Federal-Provinsi: Ketegangan yang Berkelanjutan

Konflik bahasa Quebec tidak hanya terjadi di tingkat provinsi, tetapi juga menciptakan ketegangan dengan pemerintah federal Kanada. Undang-undang Bahasa Resmi Kanada (Official Languages Act) yang dimodernisasi pada 2023 memberikan Commissioner of Official Languages kekuatan baru untuk memastikan lembaga federal mematuhi undang-undang dan menjamin hak bahasa warga Kanada.

Namun, implementasi penuh undang-undang yang dimodernisasi ini masih terkendala. Menurut laporan tahunan 2024-2025 yang disampaikan oleh Commissioner Raymond Théberge pada Juni 2025, 1.163 keluhan yang dapat diterima yang diajukan menunjukkan bahwa ketidakpatuhan terhadap undang-undang terus menjadi masalah.

Théberge juga merekomendasikan bahwa pemotongan anggaran di layanan publik federal tidak boleh mengorbankan kewajiban bahasa resmi, karena pengalaman menunjukkan bahwa dalam situasi seperti itu, kewajiban bahasa resmi sering dianggap sebagai hal yang tidak perlu dan akhirnya menjadi subjek pemotongan anggaran.

Situasi Terkini: Data 2024 tentang Penggunaan Bahasa di Quebec

Data dari Étude sur la situation des langues parlées au Québec 2024 yang dirilis oleh Institut de la statistique du Québec memberikan gambaran terkini tentang lanskap linguistik provinsi:

Di Tempat Kerja: Sekitar 73% pekerja Quebec paling sering menggunakan bahasa Prancis dalam situasi kerja formal, 12% paling sering menggunakan bahasa Inggris, dan 13% menggunakan kedua bahasa Prancis dan Inggris. Sisanya (2%) paling sering menggunakan bahasa lain atau kombinasi bahasa.

Di Toko-Toko: Sekitar 83% penduduk Quebec berusia 15 tahun ke atas paling sering menggunakan bahasa Prancis di toko yang biasa mereka kunjungi; 8% paling sering menggunakan kedua bahasa Prancis dan Inggris, dan 7% paling sering menggunakan bahasa Inggris.

Di Pulau Montreal: Dinamika berbeda terlihat di kawasan metropolitan terbesar Quebec. Di Pulau Montreal, 61% konsumen berusia 15 tahun ke atas paling sering menggunakan bahasa Prancis di toko-toko; 17% paling sering menggunakan kedua bahasa Prancis dan Inggris; dan 17% paling sering menggunakan bahasa Inggris.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun bahasa Prancis tetap dominan di seluruh Quebec, Montreal tetap menjadi wilayah yang lebih bilingual, yang mencerminkan komposisi demografis dan ekonomi yang lebih beragam.

Tantangan Implementasi dan Perdebatan Hukum yang Berkelanjutan

Bill 96 menghadapi beberapa tantangan hukum sejak disahkan. Gugatan hukum telah diajukan di pengadilan Montreal dan tempat lain, mempertanyakan konstitusionalitas berbagai ketentuan undang-undang, terutama Section 7.1 tentang supremasi bahasa Prancis dalam interpretasi hukum.

Supreme Court of Canada pada 1998 telah memutuskan dalam Reference re Secession of Quebec bahwa Quebec tidak memiliki hak untuk secara sepihak memisahkan diri dari Kanada. Namun, sembilan hakim menyatakan pendapat bahwa provinsi lain dan Ottawa akan berkewajiban untuk melakukan negosiasi dengan Quebec jika pemilih di Quebec secara jelas menyatakan keinginan mereka untuk kemerdekaan dengan mayoritas yang jelas.

Keputusan ini mengarah pada Clarity Act tahun 2000, yang menetapkan bahwa referendum masa depan tentang kemerdekaan harus didasarkan pada pertanyaan yang jelas dan tidak ambigu serta harus mendapatkan persetujuan mayoritas yang jelas sebelum negosiasi dengan pemerintah federal dapat dimulai.

Perspektif Masa Depan: Apakah Konflik Akan Berakhir?

Quebec Perang Bahasa vs Kanada Hingga Kini 2026 menunjukkan bahwa konflik ini kemungkinan akan terus berlanjut dalam berbagai bentuk. Beberapa faktor yang akan membentuk dinamika masa depan meliputi:

Demografi yang Berubah: Imigrasi terus mengubah komposisi linguistik Quebec. Target imigrasi Francophone yang meningkat bertujuan untuk mempertahankan vitalitas demografis komunitas Francophone, tetapi integrasi dan retensi imigran berbahasa Prancis tetap menjadi tantangan.

Teknologi dan Globalisasi: Dominasi bahasa Inggris di internet dan media global terus memberikan tekanan pada bahasa Prancis. Pemerintah Quebec dan federal harus menavigasi bagaimana melindungi bahasa Prancis di era digital tanpa menghambat inovasi dan konektivitas global.

Ekonomi dan Daya Saing: Persyaratan bahasa yang ketat dapat menciptakan hambatan untuk bisnis, terutama perusahaan internasional. Menyeimbangkan perlindungan bahasa dengan daya saing ekonomi akan tetap menjadi tantangan kebijakan utama.

Generasi Muda: Sikap generasi muda Quebec terhadap bahasa dan identitas nasional akan menentukan masa depan gerakan kedaulatan. Sementara kebanggaan terhadap bahasa Prancis tetap kuat, dukungan untuk kemerdekaan penuh telah berfluktuasi dan cenderung lebih rendah di kalangan pemilih muda.

Hubungan Federal-Provinsi: Ketegangan antara komitmen federal terhadap bilingualisme dan upaya Quebec untuk melindungi bahasa Prancis sebagai bahasa utama akan terus memerlukan negosiasi dan kompromi yang cermat.

Pelajaran untuk Negara Lain dengan Keragaman Linguistik

Pengalaman Quebec menawarkan pelajaran berharga bagi negara lain yang menghadapi keragaman linguistik:

Identitas Linguistik itu Kuat: Bahasa bukan hanya alat komunikasi tetapi simbol identitas, budaya, dan sejarah yang kuat. Upaya untuk mengabaikan atau meminimalkan kekhawatiran linguistik dapat memicu konflik jangka panjang.

Undang-Undang Saja Tidak Cukup: Meskipun Quebec telah mengesahkan beberapa undang-undang bahasa yang paling ketat di dunia, bahasa Prancis masih dirasakan terancam oleh banyak orang. Perlindungan bahasa memerlukan pendekatan multifaset yang mencakup pendidikan, media, ekonomi, dan budaya.

Keseimbangan itu Sulit: Menemukan keseimbangan antara melindungi bahasa minoritas (dalam konteks Amerika Utara, bahasa Prancis adalah minoritas) dan menghormati hak kelompok linguistik lain adalah tantangan yang berkelanjutan tanpa solusi mudah.

Dialog dan Kompromi Penting: Referendum 1995 yang hampir berhasil menunjukkan bahaya polarisasi ekstrem. Dialog berkelanjutan dan kemauan untuk berkompromi dari semua pihak sangat penting untuk stabilitas sosial.

Baca Juga Rahasia 16 Negara Bagian Jerman yang Mandiri

Kesimpulan

Quebec Perang Bahasa vs Kanada Hingga Kini 2026 adalah konflik yang terus berkembang dengan akar sejarah yang dalam dan implikasi yang luas. Dari Revolusi Tenang 1960-an hingga implementasi penuh Bill 96 pada Juni 2025, Quebec telah menunjukkan komitmen yang tak tergoyahkan untuk melindungi bahasa dan budaya Prancinya.

Dengan data terbaru menunjukkan bahwa 73% pekerja Quebec menggunakan bahasa Prancis di tempat kerja dan 83% konsumen menggunakan bahasa Prancis di toko-toko, upaya perlindungan bahasa telah membuahkan hasil. Namun, dinamika yang berbeda di Montreal, di mana hanya 61% konsumen paling sering menggunakan bahasa Prancis, menunjukkan bahwa tantangan tetap ada.

Konflik bahasa Quebec bukan hanya tentang kata-kata—ini tentang identitas, kekuasaan, dan masa depan masyarakat yang unik di Amerika Utara. Sementara kemerdekaan politik tampaknya tidak mungkin dalam waktu dekat, perjuangan untuk mempertahankan dan memperkuat bahasa Prancis di Quebec akan terus membentuk politik Kanada dan kehidupan sehari-hari jutaan orang.

Bagi bisnis, penduduk, dan pembuat kebijakan, memahami kompleksitas Quebec Perang Bahasa vs Kanada Hingga Kini 2026 sangat penting untuk menavigasi lanskap sosial, politik, dan ekonomi provinsi yang terus berubah ini.

Penulis Bio: Artikel ini disusun berdasarkan penelitian mendalam terhadap sumber-sumber resmi pemerintah Quebec dan Kanada, laporan statistik terbaru, dan analisis hukum terkini tentang dinamika linguistik di Quebec hingga 2026.

Pertanyaan Umum: Quebec Perang Bahasa vs Kanada Hingga Kini 2026

Q: Apa itu Bill 96 dan mengapa penting?

Bill 96, yang disahkan pada Juni 2022 dan sepenuhnya berlaku sejak Juni 2025, adalah amandemen terhadap Charter of the French Language Quebec yang memperkuat perlindungan bahasa Prancis. Undang-undang ini menurunkan ambang batas untuk registrasi wajib dengan OQLF dari 50 menjadi 25 karyawan, memperketat persyaratan label produk dan papan tanda, dan menetapkan bahwa dalam perbedaan interpretasi hukum, teks Prancis harus berlaku. Bill 96 penting karena merepresentasikan upaya Quebec yang paling komprehensif untuk melindungi bahasa Prancis di era modern, dengan dampak luas pada bisnis, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari.

Q: Apakah Quebec akan mengadakan referendum kemerdekaan ketiga?

Hingga awal 2026, tidak ada rencana resmi untuk referendum kemerdekaan ketiga. Dukungan untuk kedaulatan Quebec telah berfluktuasi sejak referendum 1995 yang hampir berhasil. Parti Québécois, yang secara tradisional memperjuangkan kemerdekaan, tidak berkuasa saat ini. Namun, Clarity Act 2000 menetapkan bahwa jika Quebec ingin mengadakan referendum masa depan, pertanyaan harus jelas dan tidak ambigu, dan mayoritas yang jelas diperlukan sebelum negosiasi dengan pemerintah federal dapat dimulai. Isu kedaulatan tetap menjadi bagian dari wacana politik Quebec tetapi tidak mendominasi seperti di tahun 1990-an.

Q: Bagaimana Bill 96 mempengaruhi bisnis yang beroperasi di Quebec?

Bill 96 memiliki dampak signifikan terhadap operasi bisnis di Quebec. Perusahaan dengan 25 karyawan atau lebih kini wajib mendaftar dengan OQLF dan menjalani proses Francisation. Semua komunikasi karyawan, kontrak, dan materi pelatihan harus tersedia dalam bahasa Prancis. Label produk, kemasan, situs web, dan iklan yang menargetkan Quebec harus memprioritaskan bahasa Prancis, dengan persyaratan bahwa teks Prancis harus setidaknya dua kali lebih besar dari bahasa lain dalam papan tanda dan iklan. Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan denda hingga $30.000 untuk bisnis, dengan sanksi yang lebih berat untuk pelanggaran berulang. Bisnis e-commerce juga terpengaruh, bahkan jika produk digudangkan di luar Quebec.

Q: Berapa persentase penduduk Quebec yang berbahasa Prancis?

Menurut data Institut de la statistique du Québec 2024, sekitar 73% pekerja Quebec paling sering menggunakan bahasa Prancis dalam situasi kerja formal, dan sekitar 83% konsumen Quebec berusia 15 tahun ke atas paling sering menggunakan bahasa Prancis di toko-toko. Namun, di Pulau Montreal yang lebih kosmopolitan, hanya 61% konsumen yang paling sering menggunakan bahasa Prancis, dengan 17% menggunakan kedua bahasa Prancis dan Inggris, dan 17% menggunakan bahasa Inggris. Data ini menunjukkan bahwa sementara bahasa Prancis tetap dominan di seluruh Quebec, Montreal memiliki lanskap linguistik yang lebih beragam.

Q: Apa dampak Bill 96 terhadap komunitas Anglophone Quebec?

Menurut laporan Commissioner of Official Languages November 2025, Bill 96 telah menciptakan kebingungan bagi penduduk berbahasa Inggris Quebec dalam mengakses layanan, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan bisnis. Beberapa pekerja kesehatan masih kesulitan mengetahui kapan mereka dapat menawarkan layanan dalam bahasa Inggris. Namun, laporan “Building Bridges” Juni 2024 menunjukkan bahwa komunitas Anglophone Quebec memberikan kontribusi signifikan terhadap bilingualisme Kanada dan pengakuan fakta Prancis di Quebec. Komunitas ini juga dilindungi oleh hak konstitusional tertentu, terutama dalam pendidikan, meskipun Bill 96 telah mengubah dinamika akses ke layanan berbahasa Inggris.

Q: Apakah ada tantangan hukum terhadap Bill 96?

Ya, Bill 96 menghadapi beberapa tantangan hukum sejak disahkan. Gugatan telah diajukan di pengadilan Montreal dan tempat lain, mempertanyakan konstitusionalitas berbagai ketentuan, terutama Section 7.1 yang memberikan supremasi kepada teks Prancis dalam interpretasi hukum. Kritik berpendapat bahwa ketentuan ini melanggar Section 133 dari Constitution Act, 1867, yang menjamin bahwa kedua versi bahasa undang-undang memiliki otoritas yang sama—prinsip yang telah dipegang oleh Mahkamah Agung Kanada sejak 1891. Tantangan hukum ini kemungkinan akan terus berlanjut selama beberapa tahun ke depan saat pengadilan mengevaluasi berbagai aspek undang-undang.

References

  1. Institut de la statistique du Québec – Étude sur la situation des langues parlées au Québec 2024
  2. DLA Piper – Quebec’s language laws changed this week: Here’s what you need to know, June 2025. 
  3. Office of the Commissioner of Official Languages of Canada – Annual Report 2024-2025. 
  4. Policy Options – Bill 96 erodes legislative language equality, April 2025. 
  5. The Canadian Encyclopedia – Québec Referendum (1980). 
  6. The Canadian Encyclopedia – Québec Referendum (1995). 
  7. TransPerfect – Quebec’s Bill 96: Key Changes in 2025, July 2025. 
  8. CBC News – Quebec’s language law causes confusion for English speakers, November 2025.