6 Koloni Australia Bersatu Jadi Federasi 1901

Pada 1 Januari 1901, sebuah momen bersejarah terjadi di belahan Bumi selatan. Enam koloni Inggris yang terpisah—New South Wales, Victoria, Queensland, Australia Selatan, Australia Barat, dan Tasmania—bersatu membentuk Persemakmuran Australia. Peristiwa ini menandai lahirnya Australia sebagai negara federasi, sebuah pencapaian yang dilakukan secara damai tanpa revolusi atau perang.

Berbeda dengan negara-negara lain yang melewati periode revolusi berdarah untuk memerintah diri mereka sendiri, proses federasi Australia berlangsung secara damai. Namun, perjalanan menuju persatuan ini tidaklah sederhana—butuh lebih dari 50 tahun perencanaan, konsultasi, dan negosiasi intens.

Bagi Anda yang tertarik memahami bagaimana sebuah negara modern terbentuk melalui proses demokratis, kisah federasi Australia menawarkan pelajaran berharga tentang diplomasi, konsensus, dan visi bersama. Artikel ini akan membawa Anda menyelami setiap tahap perjalanan bersejarah tersebut—dari kondisi koloni yang terpisah hingga terbentuknya satu bangsa yang bersatu.


Table of Contents

Kondisi Australia Sebelum 1901: 6 Koloni yang Terpisah

6 Koloni Australia Bersatu Jadi Federasi 1901

Sistem Koloni yang Independen

Ketika pemerintah Inggris mulai menjajah Australia pada 1788, setiap wilayah baru dianggap sebagai ‘koloni’ terpisah. Masing-masing koloni memiliki Gubernur yang ditunjuk oleh pemerintah Inggris untuk mewakili Mahkota Inggris dan melapor langsung ke London.

Hasilnya, tidak ada pemerintahan tunggal di Australia, hanya koloni-koloni Australia Barat, Australia Selatan, Queensland, New South Wales, Victoria, dan Tasmania. Setiap koloni beroperasi secara independen dengan sistem pemerintahan, undang-undang, dan kebijakan ekonomi mereka sendiri.

Masalah yang Muncul dari Perpecahan

Sistem koloni yang terpisah ini menciptakan berbagai masalah praktis yang menghambat perkembangan Australia:

1. Perbedaan Sistem Transportasi

Setiap koloni memiliki sistem kereta api dengan lebar rel (gauge) yang berbeda-beda, yang membuat perjalanan antar koloni menjadi sangat tidak efisien. Penumpang dan barang harus berpindah kereta setiap kali melintasi batas koloni.

2. Tarif dan Hambatan Perdagangan

Setiap koloni memiliki tarif berbeda yang menyebabkan banyak masalah dalam perdagangan antar koloni. Wilayah perbatasan seperti Tenterfield yang dekat dengan Queensland sangat menderita karena tarif impor yang tinggi membuat perdagangan dengan kota-kota Queensland terdekat menjadi mahal.

3. Pertahanan yang Terkotak-kotak

Laporan pertahanan koloni Australia yang disiapkan oleh James Bevan Edwards menemukan bahwa pasukan kolonial tidak akan mampu mempertahankan Australia dari serangan. Tanpa koordinasi antar koloni, Australia sangat rentan terhadap ancaman eksternal.

4. Kebijakan Imigrasi yang Tidak Seragam

Setiap koloni memiliki kebijakan imigrasi sendiri, terutama terkait pembatasan masuknya imigran dari Tiongkok. Di antara argumen terkuat yang dikemukakan untuk Federasi adalah kebutuhan akan pendekatan bersama untuk pertahanan dan kebijakan umum untuk membatasi jumlah orang Tionghoa yang memasuki koloni.

Fakta Menarik:

Antara tahun 1855 dan 1890, enam koloni masing-masing memperoleh status sebagai pemerintah yang bertanggung jawab, mengelola sebagian besar urusan mereka sendiri tetapi masih menjadi bagian dari Imperium Britania.


Henry Parkes dan Pidato Tenterfield yang Legendaris

6 Koloni Australia Bersatu Jadi Federasi 1901

“Bapak Federasi Australia”

Henry Parkes lahir di Inggris pada 1815 dari keluarga miskin dengan pendidikan formal yang sangat terbatas. Tidak menemukan pekerjaan di Inggris, Parkes dan keluarga mudanya beremigrasi ke New South Wales pada 1839.

Meskipun minim pendidikan formal, Parkes mengembangkan keterampilan menulisnya dan terlibat dalam politik Australia hampir segera setelah tiba. Pada 1856, ia memenangkan kursi di Majelis Legislatif New South Wales yang pertama dan kemudian menjabat lima kali sebagai Premier New South Wales.

Pidato Tenterfield: Titik Balik Sejarah

Latar Belakang Pidato:

Pada 15 Juni 1889, Parkes melakukan percakapan panjang dengan Gubernur New South Wales, Lord Carrington, yang merupakan pendukung federasi. Dalam diskusi tersebut, Parkes menyombongkan diri bahwa ia bisa memfederasikan koloni-koloni dalam 12 bulan, dan Carrington, memanfaatkan kesombongan politisi yang terkenal itu, menantangnya untuk melakukannya.

Parkes memutuskan untuk mencurahkan semua upayanya ke dalam gerakan federasi. Pada 15 Oktober 1889, ia mengirim telegram ke para premier koloni lain menyarankan konferensi untuk membahas konstitusi baru.

Momen Bersejarah 24 Oktober 1889:

Pada 24 Oktober 1889, saat bepergian antara Brisbane dan Sydney, Parkes berhenti untuk bermalam di kota Tenterfield di New South Wales. Tenterfield memiliki tempat khusus dalam kehidupan Parkes karena dalam pemilihan kolonial 1882 ia kehilangan kursi Sydney Timur dan keesokan harinya diizinkan untuk mencalonkan diri di kursi Tenterfield di mana penduduk setempat mengembalikannya ke parlemen.

Di Tenterfield School of Arts, Parkes menyampaikan pidato yang menyerukan agar tujuh koloni (termasuk Koloni Selandia Baru) “bersatu dan menciptakan pemerintahan nasional yang besar untuk seluruh Australia”.

Isi Pidato yang Menggetarkan:

Dalam pidatonya, Parkes berargumen:

“Pertanyaan besar… adalah, apakah waktu belum tiba untuk penciptaan di benua Australia ini sebuah Pemerintah Australia dan Parlemen Australia… Hal itu harus dilakukan, dan menunda-nunda hanya akan cenderung membuat kesulitan yang menghalangi menjadi lebih besar”.

Parkes secara eksplisit menyebutkan Amerika Serikat sebagai inspirasi, menekankan pencapaiannya dalam kemerdekaan dari pemerintahan Inggris. Ia menyatakan:

“Australia sekarang memiliki populasi 3,5 juta jiwa. Rakyat Amerika hanya berjumlah antara 3 hingga 4 juta ketika mereka membentuk Persemakmuran besar Amerika Serikat… Tentu apa yang dilakukan orang Amerika melalui perang, orang Australia dapat mewujudkannya dalam damai”.

Dampak Pidato:

Pidato Tenterfield itu penting karena dilihat sebagai seruan langsung pertama kepada publik, bukan kepada audiens politik, untuk mendukung federasi.

Pidato itu dilaporkan di surat kabar Sydney, dan Lord Carrington mengirim telegram kepadanya untuk segera kembali ke Sydney untuk menyampaikan pidato yang sama di sana secepat mungkin. Parkes melakukannya dan kemudian menyampaikan pidato serupa 15 kali di lokasi berbeda selama sembilan bulan berikutnya.

Argumen Utama Parkes untuk Federasi:

  1. Pertahanan Nasional: Federasi akan memungkinkan milisi koloni-koloni bersatu sebagai satu angkatan darat nasional di bawah komando satu pemerintah nasional
  2. Standarisasi Kereta Api: Federasi akan memungkinkan lebar rel kereta api Australia menjadi seragam
  3. Konvensi Konstitusional: Sebagai langkah pertama menuju federasi, ia merekomendasikan agar konvensi diadakan yang terdiri dari delegasi dari masing-masing koloni untuk menyusun konstitusi

Proses Panjang Menuju Federasi (1890-1900)

6 Koloni Australia Bersatu Jadi Federasi 1901

Konferensi dan Konvensi Konstitusional

Konferensi Federasi Australasia 1890:

Dipicu oleh Pidato Tenterfield Parkes, koloni-koloni sepakat untuk mengirim delegasi ke Konferensi Konstitusional di Melbourne pada 1890. Parkes mengadakan Konferensi Federasi 1890 pada Februari 1890 dan dapat dianggap sebagai langkah nyata pertama menuju Federasi.

Konferensi Federasi Australasia yang dihasilkan melihat perdebatan sengit antara delegasi. Pada akhirnya, mereka sepakat bahwa kepentingan koloni-koloni Australia akan paling baik dipromosikan dengan bersatu sebagai satu bangsa di bawah Mahkota Inggris.

Konvensi Konstitusional Tahun 1890-an:

Proses penyusunan dan adopsi Konstitusi Persemakmuran berlangsung selama tahun 1890-an, yang akhirnya mengarah pada penyatuan koloni dan pembentukan sistem federalisme di Australia.

Konstitusi dirancang antara 1891 dan 1898 dalam serangkaian konvensi yang dilakukan oleh perwakilan dari enam koloni Inggris yang berpemerintahan sendiri di Australia.

Tantangan dan Hambatan Internal

Perbedaan Kepentingan Antar Koloni:

Beberapa koloni menunjukkan sikap yang bervariasi terhadap gagasan federasi:

  1. Australia Barat: Australia Barat yang berkembang lebih lambat menunjukkan sikap yang kurang antusias terhadap gagasan federasi
  2. Victoria: Victoria menolak kehadiran Selandia Baru dalam federasi, sebuah keputusan yang mencerminkan kecemasan terhadap kemungkinan pengaruh eksternal
  3. New South Wales: Di New South Wales, federasi menyebabkan kebingungan dan perselisihan internal antara berbagai kelompok politik di parlemen. Tiga kelompok utama—kelompok yang mendukung perdagangan bebas, kelompok proteksionis, dan kelompok buruh—sering terlibat dalam persaingan untuk mendapatkan pengaruh politik.

Ideologi Ekonomi yang Bertentangan:

Mungkin hambatan terbesar dalam jalan menuju federasi adalah pembagian ideologis antara dua koloni yang paling padat penduduknya:

  • Victoria: Berkomitmen pada proteksionisme perdagangan dan menganjurkan tarif protektif, percaya bahwa tarif tersebut akan memungkinkan industri tumbuh dan menyediakan lapangan kerja
  • New South Wales: Mendukung kebijakan perdagangan bebas

Pertemuan Rahasia Para Premier 1899

Tanggal 29 Januari hingga 3 Februari 1899, perwakilan dari koloni-koloni Australia menggelar pertemuan tertutup untuk menyelesaikan masalah perbedaan kepentingan antar koloni. Pertemuan ini menjadi titik balik penting dalam menyelesaikan kebuntuan.

Referendum Rakyat: Suara yang Menentukan

Referendum 1899-1900:

Pasca pertemuan rahasia, semua koloni Australia sepakat untuk menggelar referendum mengenai rancangan konstitusi federasi.

Dengan pengecualian untuk Australia Barat yang baru menggelar referendum pada tahun 1900, semua koloni Australia menggelar referendum di tahun 1899. Hasilnya, mayoritas pemilih di semua koloni mendukung rancangan konstitusi federasi Australia.

Australia Barat: Koloni Terakhir yang Bergabung:

Australia Barat, meskipun menunda keputusan mereka, akhirnya juga menyetujui untuk bergabung dengan federasi pada tahun 1900. Australia Barat sepakat untuk bergabung dengan Persemakmuran untuk memastikan ia akan menjadi “negara bagian asli” bersama lima koloni lainnya.

Referendum Australia Barat diadakan tiga minggu setelah Commonwealth of Australia Constitution Act menjadi undang-undang.

Partisipasi dalam Referendum:

Dalam referendum tentang Konstitusi, perempuan hanya dapat memberikan suara di dua koloni, yaitu Australia Selatan dan Australia Barat, dan sedikit orang Pribumi yang tampaknya memiliki kesempatan untuk dihitung.


Commonwealth of Australia Constitution Act 1900

6 Koloni Australia Bersatu Jadi Federasi 1901

Pengesahan di Parlemen Inggris

Draft final kemudian disetujui oleh setiap negara bagian dalam serangkaian referendum dari 1898 hingga 1900. Konstitusi yang disepakati dikirim ke London di mana, setelah beberapa modifikasi kecil, ia diberlakukan sebagai bagian 9 dari Commonwealth of Australia Constitution Act 1900, sebuah undang-undang Parlemen Britania Raya.

Timeline Pengesahan:

  • 5 Juli 1900: Commonwealth of Australia Constitution Act 1900 (UK) disahkan oleh Parlemen Inggris
  • 9 Juli 1900: Ratu Victoria menyetujui undang-undang dengan menandatangani Royal Commission of Assent, dan undang-undang tersebut menjadi Commonwealth of Australia Constitution Act 1900
  • 17 September 1900: Ratu Victoria memproklamasikan berlakunya federasi, yang akan efektif pada 1 Januari 1901
  • 29 Oktober 1900: Ratu Victoria mengeluarkan Letters Patent yang mendirikan kantor Gubernur Jenderal dan pada hari yang sama mengeluarkan Instruksi kepada Gubernur Jenderal pertama, Lord Hopetoun

Struktur Konstitusi

Commonwealth of Australia Constitution Act 1900 memberikan izin kepada 6 koloni Australia, yang masih tunduk pada hukum Inggris, untuk membentuk pemerintahan nasional mereka sendiri sesuai dengan Konstitusi.

Konstitusi dibagi menjadi 8 bab dan 128 bagian:

Bab I – Parlemen:

  • Parlemen Australia terdiri dari Raja dan legislatif bikameral dengan perwakilan anggota tunggal untuk setiap daerah pemilihan untuk House of Representatives dan perwakilan multi-anggota untuk setiap negara bagian untuk Senat

Bab II – Pemerintah Eksekutif

Bab III – Peradilan:

  • Mendirikan Mahkamah Tinggi Australia sebagai pengadilan banding terakhir

Bab IV – Keuangan dan Perdagangan

Bab V – Negara Bagian:

  • Mengatur hubungan federal antara Negara Bagian dan Persemakmuran

Bab VI – Negara Bagian Baru

Bab VII – Lain-lain:

  • Termasuk pengaturan untuk Pusat Pemerintahan (Canberra)

Bab VIII – Perubahan Konstitusi

Pembagian Kekuasaan:

Bab I berisi bagian 51 dan 52, yang mencantumkan sebagian besar bidang di mana Parlemen Australia dapat membuat undang-undang. Parlemen Australia dapat membuat undang-undang tentang berbagai isu (seperti imigrasi dan pensiun), tetapi Konstitusi memungkinkan kekuasaan lain (seperti menyediakan jalan dan transportasi) tetap pada negara bagian.


1 Januari 1901: Kelahiran Bangsa Australia

Upacara Inaug urasi Bersejarah

Persemakmuran Australia diproklamasikan pada 1 Januari 1901. Federation Pavilion di Centennial Park Sydney menjadi fokus upacara peresmian dan prosesi sepanjang lima mil melalui jalan-jalan Sydney yang dihias disambut oleh kerumunan besar.

Konstitusi mulai berlaku pada 1 Januari 1901, pada saat itu enam koloni menjadi negara bagian dalam Persemakmuran Australia yang baru.

Pemerintah Federal Pertama

Gubernur Jenderal menunjuk Edmund Barton sebagai Perdana Menteri pertama, dan secara resmi menunjuk para Menteri yang dipilih oleh Barton sehingga Kabinet pertama akan mewakili semua Negara Bagian.

Empat Premier menjadi Menteri Persemakmuran – Sir George Turner (Victoria), Sir William Lyne (NSW), Sir John Forrest (WA) dan Sir Neil Lewis (Tasmania).

6 Koloni Menjadi Negara Bagian

Keputusan ini menandai lahirnya Commonwealth of Australia, yang terdiri dari enam koloni yang kemudian menjadi negara bagian: New South Wales, Tasmania, Victoria, Australia Selatan, Queensland, dan Australia Barat.

Koloni-koloni menjadi Negara Bagian Australia dan Parlemen Australia yang baru dibentuk.

Karakteristik Sistem Federasi:

Federalisme dijalankan dengan membagi dan memisahkan kekuasaan antara pemerintah nasional (Federal) dan pemerintah negara bagian (state) – teritorial yang memiliki Premier/Chief Minister tersendiri.

Dalam aturan tertulis, konstitusi Australia mengatur kewenangan pemerintah nasional, sedangkan hal-hal yang tidak diatur dalam konstitusi menjadi kewenangan dari pemerintah negara bagian dan teritorial.


Warisan Henry Parkes

Henry Parkes meninggal pada 1896, lima tahun sebelum proses yang ia mulai untuk memfederasikan koloni-koloni menjadi satu bangsa selesai. Meskipun ia tidak hidup untuk menyaksikan impiannya terwujud, kontribusinya tidak pernah dilupakan.

Pengakuan dan Penghormatan:

  • Ia telah dirujuk sebagai “Bapak Federasi” karena promosi awalnya untuk federasi enam koloni Australia
  • Gambarnya muncul pada koin dolar Australia tahun 1996; dan pada uang kertas peringatan Centenary of Federation $5 Australia yang diterbitkan pada 2001
  • Bob Carr, Premier New South Wales dari 1995 hingga 2005, membandingkan signifikansi Pidato Tenterfield untuk Australia dengan Pidato Gettysburg Abraham Lincoln di Amerika Serikat

Kutipan Bob Carr:

“Ini adalah hal yang luar biasa untuk memperingati pidato seorang politisi yang dibuat begitu lama yang lalu. Saya hanya bisa memikirkan satu paralel dalam dunia berbahasa Inggris: Lincoln di Gettysburg. Dan jika perbandingannya tampak mengada-ada, perhatikan tujuan bersama dari kedua pidato tersebut – untuk mendedikasikan suatu bangsa untuk tugas membangun demokrasi yang bersatu”.


Dampak Jangka Panjang Federasi Australia

Penguatan Ekonomi dan Perdagangan

Setelah federasi, Australia mengalami transformasi ekonomi yang signifikan:

  1. Penghapusan Tarif Internal: Para pemimpin berargumen bahwa pemerintah nasional akan meningkatkan perdagangan dan memperkuat ekonomi dengan menghilangkan tarif dan perbatasan internal
  2. Integrasi Pasar: Pembentukan pasar tunggal memungkinkan perdagangan bebas antar negara bagian, mendorong pertumbuhan ekonomi
  3. Standarisasi Infrastruktur: Upaya untuk menyeragamkan sistem seperti kereta api meningkatkan efisiensi transportasi

Pertahanan Nasional yang Terpadu

Federasi menciptakan kekuatan pertahanan nasional yang mampu melindungi seluruh benua Australia. Hal ini terbukti krusial dalam Perang Dunia I dan II ketika Australia berperan sebagai kekuatan militer yang bersatu.

Kebijakan Imigrasi Terpadu

Pemerintah federal mampu mengontrol imigrasi dengan lebih baik, menciptakan kebijakan yang konsisten di seluruh negara.

Sistem Pemerintahan yang Lebih Demokratis

Federasi menciptakan sistem pemerintahan yang lebih demokratis dengan:

  • Parlemen federal yang mewakili semua negara bagian
  • Sistem pemilihan yang adil
  • Pembagian kekuasaan yang jelas antara federal dan negara bagian

Identitas Nasional Australia

Pada saat Australia melakukan federasi pada 1901, hampir tiga perempat penduduk negara itu lahir di Australia. Hasilnya, ada identitas yang berkembang di sekitar menjadi ‘Australia’ serta menjadi ‘Inggris’.

Ada gerakan untuk mendorong cinta yang lebih dalam terhadap satu bangsa dengan membentuk tim olahraga nasional dan merayakan ‘ke-Australia-an’ dalam lagu dan puisi.


Pelajaran dari Federasi Australia untuk Dunia Modern

1. Kekuatan Dialog dan Konsensus

Federasi Australia membuktikan bahwa perubahan besar dapat dicapai melalui dialog, bukan kekerasan. Proses yang memakan waktu lebih dari 50 tahun ini menunjukkan pentingnya kesabaran dan diplomasi.

2. Pentingnya Partisipasi Publik

Pidato Tenterfield Parkes adalah pertama kalinya seseorang secara langsung mengajukan kasus federasi kepada anggota masyarakat, bukan kepada politisi. Keterlibatan publik melalui referendum memastikan legitimasi demokratis dari keputusan tersebut.

3. Mengatasi Perbedaan Kepentingan

Meskipun setiap koloni memiliki kepentingan ekonomi dan politik yang berbeda, mereka mampu menemukan titik temu untuk kepentingan bersama yang lebih besar. Ini adalah pelajaran berharga untuk organisasi regional modern.

4. Federalisme sebagai Solusi

Australia menerapkan konsep Dual Federalism di mana pemerintah Federal dan negara bagian memiliki kewenangan yang jelas, namun dalam praktiknya di masa kini, Federalisme di Australia dipahami sebagai bentuk dari ‘marble cake Federalism’ atau Cooperative Federalism.

Sistem ini memungkinkan keseimbangan antara otonomi lokal dan koordinasi nasional—sebuah model yang relevan untuk negara-negara berkembang.

5. Proses Bertahap Menuju Kemerdekaan

Australia tidak langsung menjadi republik, melainkan bertransisi secara bertahap dari koloni Inggris menjadi dominion, kemudian negara merdeka. Misalnya, pada 1942 Parlemen Australia mengesahkan Statute of Westminster Adoption Act 1942 yang berarti undang-undang Australia tidak lagi dapat dibatalkan oleh Parlemen Inggris.


FAQ: Pertanyaan Umum tentang 6 Koloni Australia Bersatu Jadi Federasi 1901

Apa saja 6 koloni yang bersatu membentuk Australia pada 1901?

Enam koloni Inggris yang bersatu adalah: New South Wales, Victoria, Queensland, Australia Selatan (South Australia), Australia Barat (Western Australia), dan Tasmania. Mereka bersatu pada 1 Januari 1901 membentuk Commonwealth of Australia. Setiap koloni kemudian menjadi negara bagian dengan pemerintahan sendiri namun tunduk pada pemerintah federal untuk urusan nasional seperti pertahanan, imigrasi, dan perdagangan antar negara bagian.

Mengapa koloni-koloni Australia memutuskan untuk bersatu?

Ada beberapa alasan utama: (1) Pertahanan bersama lebih efektif menghadapi ancaman eksternal, (2) Tarif dan hambatan perdagangan antar koloni merugikan ekonomi, (3) Sistem transportasi yang tidak seragam sangat tidak efisien, (4) Kebijakan imigrasi yang berbeda-beda menciptakan masalah terutama terkait imigran Tiongkok, dan (5) Tumbuhnya identitas nasional “Australia” yang mengatasi loyalitas kolonial individual.

Siapa tokoh paling penting dalam federasi Australia?

Henry Parkes dikenal sebagai “Bapak Federasi Australia”. Pidato Tenterfield-nya pada 24 Oktober 1889 menjadi titik balik yang menginspirasi gerakan federasi. Parkes menyerukan tujuh koloni (termasuk Selandia Baru saat itu) untuk bersatu dan menciptakan pemerintahan nasional. Meskipun ia meninggal pada 1896, lima tahun sebelum federasi terwujud, visi dan kampanyenya meletakkan fondasi bagi persatuan Australia.

Berapa lama proses federasi Australia berlangsung?

Proses federasi memakan waktu lebih dari 50 tahun. Diskusi awal dimulai sejak pertengahan abad ke-19, tetapi gerakan serius dimulai dengan Pidato Tenterfield Parkes pada 1889. Konferensi Federasi pertama diadakan pada 1890, konstitusi dirancang antara 1891-1898 melalui serangkaian konvensi, referendum diadakan pada 1899-1900, Commonwealth of Australia Constitution Act disahkan Parlemen Inggris pada Juli 1900, dan federasi resmi diberlakukan pada 1 Januari 1901.

Apakah ada perang atau revolusi dalam proses federasi Australia?

Tidak. Salah satu aspek paling luar biasa dari federasi Australia adalah bahwa ia dicapai secara damai tanpa revolusi atau perang. Henry Parkes sendiri menyatakan: “Apa yang dilakukan orang Amerika melalui perang, orang Australia dapat mewujudkannya dalam damai”. Proses ini dilakukan melalui dialog, konvensi konstitusional, dan referendum demokratis. Ini membedakan Australia dari banyak negara lain yang mencapai kemerdekaan atau persatuan melalui konflik bersenjata.

Apa peran referendum dalam proses federasi?

Referendum memainkan peran krusial dalam memberikan legitimasi demokratis kepada federasi. Setelah konstitusi dirancang, setiap koloni mengadakan referendum untuk meminta persetujuan rakyat. Referendum pertama diadakan pada 1899, dan mayoritas pemilih di semua koloni mendukung rancangan konstitusi. Australia Barat menunda keputusannya hingga 1900 tetapi akhirnya juga menyetujui untuk bergabung. Namun, harus dicatat bahwa hanya perempuan di Australia Selatan dan Australia Barat yang dapat memberikan suara, dan sedikit orang Pribumi yang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi.

Apakah Selandia Baru pernah diundang untuk bergabung dengan federasi Australia?

Ya. Henry Parkes dalam Pidato Tenterfield-nya menyerukan tujuh koloni untuk bersatu, termasuk Koloni Selandia Baru. Namun, Victoria menolak kehadiran Selandia Baru dalam federasi, mencerminkan kecemasan terhadap kemungkinan pengaruh eksternal. Selandia Baru akhirnya memilih untuk tidak bergabung dan menjadi dominion Inggris yang terpisah pada 1907. Konstitusi Australia tetap menyediakan mekanisme bagi Selandia Baru untuk bergabung di masa depan jika mereka menginginkannya, meskipun hal ini tidak pernah terjadi.


Baca Juga Tantangan Sistem Federasi AS Tahun 2026


Pelajaran Abadi dari Federasi Australia 1901

Terbentuknya Federasi Australia pada 1 Januari 1901 adalah bukti nyata bahwa persatuan yang kuat dapat dibangun melalui dialog, konsensus, dan proses demokratis—tanpa kekerasan atau revolusi. Perjalanan dari enam koloni yang terpisah menjadi satu bangsa yang bersatu memakan waktu lebih dari 50 tahun, melibatkan negosiasi kompleks, referendum rakyat, dan kompromi antar berbagai kepentingan.

Poin-Poin Kunci yang Perlu Diingat:

  1. Visi Jangka Panjang: Henry Parkes dan para pemimpin lainnya memiliki visi jangka panjang yang jelas tentang Australia yang bersatu, meskipun banyak hambatan di sepanjang jalan
  2. Partisipasi Demokratis: Keputusan untuk bersatu tidak dibuat oleh segelintir elite politik, tetapi melalui referendum yang melibatkan rakyat
  3. Federalisme yang Seimbang: Sistem federal Australia menciptakan keseimbangan antara kekuasaan nasional dan otonomi negara bagian yang bertahan hingga hari ini
  4. Transformasi Damai: Australia membuktikan bahwa transformasi besar dapat dicapai tanpa kekerasan, memberikan contoh bagi negara-negara lain
  5. Identitas Nasional: Federasi mempercepat pembentukan identitas nasional Australia yang berbeda, meskipun tetap mempertahankan ikatan dengan Kerajaan Inggris pada masa itu

Relevansi untuk Indonesia dan Dunia Modern:

Pengalaman federasi Australia menawarkan pelajaran berharga untuk negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Meskipun Indonesia bukan negara federasi (kita adalah negara kesatuan), prinsip-prinsip seperti dialog antar daerah, keseimbangan antara otonomi daerah dan kepentingan nasional, serta partisipasi demokratis dalam keputusan besar tetap relevan.

Di era globalisasi modern, di mana berbagai negara berupaya menciptakan uni regional (seperti ASEAN, Uni Eropa), kisah federasi Australia menunjukkan bahwa meskipun prosesnya mungkin panjang dan penuh tantangan, persatuan yang dibangun atas fondasi dialog dan konsensus akan lebih kuat dan berkelanjutan.


Bagikan Artikel Ini:

Apakah artikel ini membantu Anda memahami sejarah terbentuknya Australia sebagai negara federasi? Jika ya, bagikan kepada teman-teman yang tertarik dengan sejarah dan sistem pemerintahan. Tinggalkan komentar Anda tentang aspek mana dari proses federasi Australia yang paling menginspirasi Anda!


Artikel ini disusun dengan riset mendalam dari sumber-sumber sejarah terpercaya termasuk Museum of Australian Democracy, National Archives of Australia, Australian Electoral Commission, dan berbagai publikasi akademis. Semua fakta dan data telah diverifikasi untuk memastikan akurasi historis.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:


Sumber Referensi

  1. Museum of Australian Democracy – “Federation of Australia”
  2. National Archives of Australia – “Commonwealth of Australia Constitution Act 1900”
  3. Australian Electoral Commission – “Federation 1901”
  4. Parliament of Australia – “The Making of the Australian Constitution”
  5. State Library of New South Wales – “Henry Parkes and the Tenterfield Oration”
  6. Australian Government – “Constitution of Australia”
  7. University of Melbourne – “Australian Federation History”
  8. National Museum of Australia – “Defining Moments: Federation 1901”

© 2026 mitsuyokitamura.com – Semua data dan fakta dalam artikel ini telah diverifikasi dari sumber-sumber sejarah yang kredibel.